Hari Anak Nasional : Bebaskan Anak Indonesia Dari Penjara Australia


Post Date : Wednesday, 27 July 2011
Category : Siaran Pers
Share on Facebook

Siaran Pers

Yayasan Pemantau Hak Anak

Hari Anak Nasional : Bebaskan Anak Indonesia Dari Penjara Australia

Peringatan Hari Anak Nasional sudah diambang pintu. Apa makna hari itu bagi anak-anak Indonesia ? Apa yang membedakannya dari hari-hari lainnya ? Hari Anak Nasional seharusnya diperingati sebagai pengakuan bahwa anak-anak hidup diantara kita, menjadi warga negara penuh dan dijamin hak-haknya. Hari Anak Nasional seharusnya diperingati untuk mengingatkan negara bahwa ada satu generasi yang sedang tumbuh dan membutuhkan perlindungan khusus, dimanapun ia berada. Alih-alih mendudukkan maknanya, peringatan Hari Anak Nasional telah dijadikan perhelatan nasional maupun lokal untuk berbagai macam kontes anak-anak.

Anak-anak telah lama menjadi obyek proyek, di investasikan, di eksploitasi dan dipahami sebagai beban. Tangggung jawab negara dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak tidak sebesar komitmennya melindungi para koruptor. Kemiskinan dan pengabaian hak anak mendorong anak-anak masuk dalam dunia kerja yang membahayakan hidupnya dengan kerentanan yang berlapis-lapis.

Sampai hari ini ada sekitar 70 (tujuh puluh) anak Indonesia yang ditahan dalam pusat-pusat penahanan dan penjara di beberapa negara bagian di Australia karena dituduh melakukan tindak pidana penyelundupan orang, padahal mereka hanya bekerja sebagai tukang masak di kapal yang oleh pemiliknya digunakan untuk menyelundupkan orang, dan sampai hari ini mereka ditahan bersama-sama dengan narapidana dewasa, termasuk para penjahat seksual.

Karena penahanan dan pemenjaraan anak-anak bersama-sama narapidana dewasa membahayakan hidup anak-anak dan melanggar standar internasional perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, maka Yayasan Pemantau Hak Anak mendesak :

  1. Pemerintah Indonesia agar meningkatkan upaya diplomatik untuk membebaskan anak-anak Indonesia yang ditahan atau dipenjara di pusat-pusat penahanan atau penjara Australia.
  2. Pemerintah Australia sebagai negara yang meratifikasi Konvensi Hak-Hak Anak, untuk mematuhi standar internasional penghormatan dan pemenuhan hak-hak anak dengan membebaskan anak-anak Indonesia tersebut dari tuduhan melakukan kejahatan penyelundupan orang.
  3. Pemerintah daerah terutama daerah-daerah perbatasan agar mengembangkan kebijakan dan program perlindungan anak, terutama bagi anak-anak miskin di daerah pedesaan dan pesisir agar anak-anak tidak terlibat dengan pekerjaan yang membahayakan hidupnya
  4. Pemerintah daerah agar menjamin kepemilikan akta kelahiran bagi setiap anak di daerahnya, untuk menghindari kematian identitas.

Jakarta, 22 Juli 2011

Yayasan Pemantau Hak Anak

Antarini Arna

Ketua

No. Kontak: 0821 2320 2343

Related posts:

  1. “Legislasi Indonesia Masih Pro Penyiksaan“
  2. Daftar Isu Terkait dengan Laporan Periodik Negara Indonesia: Bagian I
  3. Pengabaian Hak Anak dalam Upaya Reformasi Legislasi
  4. HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI KEMARIN: Pengalaman Anak Yang Ditulis Sendiri Oleh Anak.
  5. SIARAN PERS “INDONESIA MASIH DALAM CENGKRAMAN RANTAI IMPUNITAS PENYIKSAAN”