HARI INI HARUS LEBIH BAIK DARI KEMARIN: Pengalaman Anak Yang Ditulis Sendiri Oleh Anak.
|
Post Date : Wednesday, 7 July 2010 Category : Dokumen/Data, Karya Anak, Modul Tags: Advokasi, buku, Hak atas Kesehatan, Hak atas Pendidikan, Hak atas Permukiman, kekerasan pada anak, Kepentingan terbaik bagi anak |
Share on Facebook |
Kodifikasi hak-hak anak dikembangkan sejak berakhirnya Perang Dunia II dengan adanya Deklarasi Universal Hak-hak Anak. Dokumen ini mengi-ngatkan komunitas internasional akan kebutuhan perlindungan yang spesifik bagi anak mengingat posisinya yang sangat rentan. Perhatian yang tidak memadai bagi perkembang-an kesejahteraan anak utamanya di negara-negara miskin, dan tingginya tingkat kekerasan terhadap anak baik di rumah ataupun di tempat-tempat lain menyadarkan semua orang akan pentingnya instrumen khusus untuk me-lindungi hak-hak anak secara universal.
Kesadaran tersebut akhirnya mendorong masyarakat international untuk merumuskan Konvensi Internasional tentang Hak-hak Anak (International Convention on the Rights of Child) di tahun 1989. Konvensi ini merupakan standar minimum perlindungan hak-hak anak yang meliputi perlindungan terhadap kehidupan dan kesejahteraan anak yang mencakupi hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya mereka.
Dalam Konvensi hak-hak Anak terkan-dung lima prinsip dasar yang sangat penting meliputi prinsip (1) non-diskriminasi, (2) kepentingan terbaik anak, (3) hak untuk hidup dan tumbuh kembang, (4) penghormatan atas pendapat anak dan kesempatan untuk dide-ngar suaranya, dan (5) prinsip saling keterkaitan dan tak terpisahkannya antara hak satu dan lainnya.
Prinsip penghormatan atas pendapat anak dan kesempatan untuk didengar suaranya ada-lah prinsip yang paling penting, karena berang-kat dari prinsip ini anak-anak berlatih memberikan pendapat dan mengambil keputusan untuk didengar dan diperhatikan pendapatnya oleh orang dewasa baik individu maupun institusional. Prinsip ini sangat esensial dalam proses tumbuh kembang anak mengingat pili-han-pilihan hidup yang akan di hadapi dan dijalani oleh anak harus dibangun berdasarkan pemahaman, kesadaran, dan pendapat anak. Dalam kehidupan sehari-hari, bersuara dan pengambilan keputusan merupakan kata kunci dari penjabaran prinsip yang keempat ini.
Ikut serta dalam proses pengambilan keputusan (partisipasi) yang berhubungan dengan dirinya dan kehidupannya merupakan penghargaan terhadap kapasitas anak sebagai indi-vidu yang terus bertumbuh dengan dinamis, sekaligus menghargai kapasitas mereka untuk berkontribusi pada pembangunan komunitas sesuai dengan usia dan kematangan mereka.
Anak-anak adalah bagian yang tak terpi-sahkan dari seluruh kehidupan dan perubahan komunitas. Saling keterkaitan antara anak dan komunitas tak dapat dipungkiri karena perubahan yang terjadi pada anak akan menuntun perubahan kondisi komunitas, sebaliknya perubahan kondisi komunitas akan merubah kondisi anak.
Dalam buku ini akan digambarkan bagai-mana anak-anak kampung mengkomunikasikan pikiran dan pendapatnya kepada orang dewasa dengan menggunakan media komunikasi visual. Ini merupakan proses berkomunikasi yang tidak mudah, mengingat sepanjang sejarahnya anak-anak telah di-bisu-kan dan dikeluarkan dari area proses pengambilan ke-putusan.
Berawal dari proses penemuan media komunikasi, pengembangan media, dan penggunaan media sebagai alat komunikasi aktif antara anak-anak dan orang dewasa dalam komunitas, akhirnya suara anak didengar dan diperhatikan.
Suara anak, betapa pun lirihnya adalah suara manusia yang memiliki hak untuk dide-ngar. Pendapat anak, disampaikan dalam bentuk apapun, adalah pendapat dari manusia yang memiliki hak untuk diperhatikan pendapatnya. Jika kesadaran ini terbangun di tingkat rumah tangga, komunitas dan Negara, akan terbangun pula sebuah kultur yang menghormati dan menghargai hak-hak asasi anak.
Jakarta, 8 Desember 2005
Antarini Arna
Direktur Eksekutif
Bagian 1 (Kapung Gudang-Bogor)
Bagian 2 (Sumur Batu, Ciketing Udik-Bantar Gebang, bekasi)
Bagian 3 (Gunung Batu-Bogor)
Related posts:
- Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan
- PERSEPSI DAN PERSPEKTIF ANAK-ANAK DALAM SITUASI KHUSUS (Children in Need of Special Protection/CNSP) MENGENAI DAMPAK ALOKASI APBD DKI JAKARTA 2005
- Praktek-praktek Penanganan Anak yang Berkonflik dengan Hukum
- Merubah Paradigma dan Alokasi Anggaran 2006 akan Merubah Nasib Anak-Anak dan Orang Miskin
- Advokasi Anggaran Berbasis Hak Anak: Langkah Demi Langkah


